Home Tahu Gak Sih Hari Keluarga Nasional

Hari Keluarga Nasional

1178
66
SHARE

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional (HARGANAS), ditetapkan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional dan bukan merupakan hari libur. Walaupun demikian, peringatan Hari Keluarga secara nasional, sebenarnya telah dicanangkan oleh Presiden Soeharto, pada tanggal 29 Juni 1993 di Provinsi Lampung. Peringatan hari keluarga merupakan upaya untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia, betapa pentingnya suatu keluarga. Keluarga mempunyai peranan dalam upaya memantapkan ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dari keluargalah kekuatan dalam pembangunan suatu bangsa akan muncul.
Dua Puluh Sembilan Juni sebagai hari keluarga saat ini memang belum terlalu dikenal masyarakat. Bahkan aparat pemerintah pun banyak yang belum mengenal Hari Keluarga. Hal ini mungkin disebabkan karena upaya untuk memasyarakatkan Hari Keluarga memang belum optimal. Di lain pihak, rasa memiliki akan hari keluarga masih sangat kurang. Masyarakat, juga belum merasakan manfaatnya, sedangkan instansi pemerintah belum merasa bertanggung-jawab. Bila mendengar istilah Hari Keluarga Nasional, atau disingkat dengan HARGANAS, maka identik dengan Keluarga Berencana (KB). Konsekuensinya, segala hal yang berkaitan dengan Harganas seakan akan menjadi tanggung jawab BKKBN.
Beberapa negara lain, juga memiliki hari keluarga ini (Family Day), namun masing-masing dengan latar belakang dan cara memperingati yang beraneka ragam. Amerika mengenal istilah Family Day (Hari Keluarga) sudah lebih lama. Pertama kali mereka memperingatinya pada hari Minggu pertama bulan Agustus 1978. Afrika Selatan juga mengenal Hari Keluarga sejak 1995. Australia baru mendeklarasikan Hari Keluarga pada Selasa minggu pertama November 2007, saat pelaksanaan Melbourne Cup. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), kemudian pada tahun 1994 menetapkan 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional.
Walaupun tanggal pelaksanaan berbeda, namun secara umum di negara-negara tersebut Hari Keluarga dimaknai sebagai hari berkumpulnya anggota keluarga, ayah ibu dan anak-anak untuk makan bersama. Saat berkumpul inilah diharapkan akan menumbuhkan rasa kebersamaan dalam suatu keluarga. Karena tujuannya untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, maka ada yang mendefinisikan bahwa Hari Keluarga tidak hanya untuk keluarga; tetapi suatu hari yang dirayakan untuk berbagai komunitas termasuk bisnis dan kelompok masyarakat tertentu.
Sejarah Hari Keluarga
Kepala BKKBN pada waktu itu, Dr Haryono Suyono menyampaikan gagasan kepada Presiden Soeharto agar keluarga-keluarga Indonesia mempunyai hari tersendiri, untuk mendorong masyarakat untuk lebih bersemangat dalam membangun keluarganya. Alasan yang dikemukakan adalah:

  • mewarisi semangat kepahlawanan dan perjuangan bangsa.
  • tetap menghargai dan perlunya keluarga bagi kesejahteraan bangsa.
  • membangun keluarga menjadi keluarga yang mampu bekerja keras dan mampu berbenah diri menuju keluarga yang sejahtera.

Tanggal 29 Juni kemudian disepakati sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas). Hal ini tidak terlepas dari nilai historis, dimana tanggal 29 Juni 1949 tentara Republik Indonesia yang semula bergerilya siap masuk kota Yogyakarta dan para pejuang kembali kepada keluarganya masing-masing.
Sejarah mencatat, bahwa walaupun Indonesia sudah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, namun sampai tahun 1949 situasi bangsa kita belum begitu kondusif. Kondisi ini menuntut sebagian tentara dan masyarakat Indonesia melakukan perang gerilya, dan berpisah dengan keluarga, termasuk diantaranya Letnan Kolonen Soeharto, sebagai Komandan Gerilya di Yogyakarta. Melalui perjuangan yang gigih, akhirnya pada tanggal 22 Juni 1949, Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Enam hari kemudian yaitu tanggal 24-29 Juni 1949, proses penarikan tentara penjajah dari bumi Yogyakarta berlangsung, sehingga pada 29 Juni 1949 seluruh kota kosong dari tentara Belanda. Saat itulah tentara pejuang, dapat berkumpul kembali pada keluarganya. Letnan Kolonen Soeharto memberikan laporan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX bahwa seluruh keluarga yang berjuang dan bersembunyi di berbagai tempat, telah kembali kepada keluarganya masing-masing. Momentum inilah yang kemudian melandasi lahirnya Hari Keluarga.
Dari sejarah tercatat pula bahwa perhatian terhadap program KB dimulai pada tahun 1957, dengan terbentuknya Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Perkumpulan ini fokus pada penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan, yang pada waktu itu telah mencapai tingkat 800 per 100.000. Kematian yang begitu tinggi disebabkan antara lain, karena terbatasnya dokter dan tenaga medis, minimnya peralatan kesehatan, pertolongan dilakukan melalui dukun, banyaknya penduduk yang kawin dan melahirkan pada usia muda, sehingga pertumbuhan penduduk sulit dikendalikan dan angka kematian ibu hamil dan melahirkan sangat tinggi. Secara resmi, pemerintah menjadikan program Keluarga Berencana menjadi program nasional, dilakukan bersamaan dengan berdirinya Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) pada 29 Juni 1970, yang merupakan puncak kristalisasi semangat pejuang Keluarga Berencana (KB) untuk memperkuat dan memperluas program KB.
Program KB dicanangkan pemerintah Orde Baru, selain untuk menekan laju pertambahan penduduk, dengan jumlah keluarga inti yang cukup, juga agar kesejahteraan keluarga dapat meningkat secara signifikan. Tanggal 29 Juni 1970 kemudian dikenal pula dengan tanggal dimulainya Gerakan KB Nasional. Jadi,

lahirnya Hari Keluarga di Indonesia ditandai dengan dimulainya hari kebangkitan; bangkitnya kesadaran keluarga untuk membangun dirinya ke arah keluarga kecil melalui Keluarga Berencana (KB).

Maka tidak heran bila peringatan Hari Keluarga selalu dipelopori oleh BKKBN sebagai lembaga pemerintah non-departemen yang mengurusi bidang keluarga berencana, dan Tim Penggerak PKK selaku gerakan masyarakat di semua lapisan wilayah.
Makna Hari Keluarga
Penetapan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional mengingatkan titik penting kualitas keluarga sebagai kunci masa depan bangsa. Karena itu, upaya mewujudkan keluarga sejahtera harus dimulai sejak perencanaan keluarga. Perjalanan panjang keluarga yang mereka tempuh akan menjadi mata rantai kehidupan dari generasi ke generasi berikutnya. Kualitas generasi di masa datang ditentukan oleh kualitas keluarganya saat ini. Kualitas keluarga sangat sering dilihat hanya sebatas ketercukupan secara ekonomi. Tentu saja, perspektif program kependudukan keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK), menyiratkan pengentasan permasalahan ekonomi yang rentan dihadapi keluarga yang memiliki banyak anak. Semakin sedikit anak, orangtua dapat mengoptimalkan nafkah yang didapat untuk tumbuh kembang anak dalam berbagai bidang: pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Dalam kemiskinan, ada nilai “makan atau tidak, yang penting kumpul” yang menyiratkan kuatnya ikatan dalam keluarga. Dalam kelimpahan, meja makan lebih sering digunakan sebagai “tempat menaruh makanan”. Obrolan yang harusnya dipertukarkan antar anggota keluarga sembari makan, justru dipertukarkan melalui gadget yang sibuk dimainkan masing-masing. Oleh sebab itu, kelimpahan bukanlah satu-satunya hal yang berdampak pada kebahagiaan anak dan orangtua dalam keluarga. Itulah sebabnya, anak tak akan merasa cukup saat hanya mendapatkan fasilitas dari orangtuanya. Anak butuh didengarkan, anak butuh kesempatan bertanya pada orangtuanya. Kebutuhan tersebut didapatkan anak, saat orangtua mulai mendengarkan dan bertanya kepada mereka. Tak lagi menyuruh atau sekadar memberikan fasilitas tanpa memahami kekuatan dan jati diri anak.
Dengan demikian, fungsi suatu keluarga tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi semata, tetapi terdapat fungsi fungsi lain yang tidak kalah pentingnya. Lamanna dan Riedmann (1991) mengungkapkan ada tiga fungsi yang harus dijalankan oleh suatu keluarga yaitu fungsi reproduksi yang bertanggung jawab, fungsi dukungan ekonomi dan fungsi perlindungan emosional. Undang undang Nomor 10 Tahun 1992 dan PP Nomor 21 Tahun 1994 menjelaskan bahwa minimal ada delapan fungsi yang harus dijalankan oleh suatu keluarga, yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan.
Fungsi Agama. Agama merupakan dasar dari segala fungsi. Keluarga dan anggotanya didorong dan dikembangkan agar kehidupan keluarga dapat dijadikan sebagai wahana persemaian nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa untuk menjadi insan agamis yang penuh iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Ada 13 nilai dasar yang dikembangkan, meliputi iman, taqwa, kejujuran, tenggang rasa, rajin, kesalehan, ketaatan, suka membantu, disiplin, sopan santuan, kesabaran, kasih sayang, dan tanggung jawab yang harus diterapkan orang tua terhadap anak-anaknya.
Fungsi Budaya, fungsi ini memberikan kesempatan kepada seluruh keluarga dan anggotanya untuk mengembangkan kekayaan budaya bangsa yang beraneka ragam dalam suatu kesatuan. Budaya di sini lebih banyak menekankan pada pola perilaku dan sifat-sifat yang perlu dilestarikan. Nilai dasar fungsi budaya yang harus kita lestarikan melalui pewarisan orang tua kepada anaknya meliputi nilai-nilai gotong royong, sopan santun, kerukunan, kebersamaan, kepedulian, toleransi dan kebangsaan.
Fungsi Cinta-kasih. Cinta kasih akan memberikan landasan yang kokoh terhadap hubungan anak dengan anak, suami dengan istri, orang tua dengan anaknya, serta hubungan kekerabatan antar generasi sehingga keluarga menjadi wadah utama bersemainya kehidupan yang penuh cinta kasih lahir bathin. Hubungan tersebut akan terwujud bila suatu keluarga dapat menerapkan nilai-nilai berupa empati, adil, pemaaf, setia, suka menolong, pengorbanan dan tanggung jawab.
Fungsi perlindungan. Suatu keluarga harus mampu menciptakan dan menumbuhkan rasa aman dan kehangatan dalam keluarga tersebut, sehingga akhirnya akan terwujud ketenangan dan kenyamanan dalam keluarga tersebut. Oleh sebab itu harus ada sikap yang tanggap bagi seluruh anggota keluarga untuk menciptakan suasana tersebut bagi anggota lainnya.
Fungsi reproduksi. Secara kodrati makhluk hidup itu memerlukan keturunan untuk melestarikan keberadaannya. Yang terpenting dan terbaik bagi manusia apabila ia dapat melanjutkan keturunannya itu dengan menciptakan kondisi yang lebih baik dari orang tuanya. Oleh sebab itu harus ada perencanaan yang baik dalam reproduksi dengan kata lain adanya reproduksi yang bertanggung-jawab.
Fungsi sosialisasi atau pendidikan. Fungsi keluarga ini menekankan bahwa keluarga berperan untuk mendidik keturunan agar bisa melakukan penyesuaian dengan alam kehidupannya di masa depan. Bagi orang tua, harus mampu menanamkan kepada keturunannya nilai-nilai pendidikan yang positif seperti percaya diri, luwes, bangga, rajin, kreatif, tanggung-jawab serta kerjasama. Jadi makna pendidikan di sini bukan berarti hanya terhadap kemampuan orang tua untuk memberikan pendidikan formal kepada anaknya belaka, tetapi termasuk didalamnya tanggung-jawab orang tua dalam kemampuan sosialisasi anak.
Fungsi ekonomi. Banyak yang beranggapan bahwa ada uang segala sesuatu akan beres. Sehingga fungsi ini diartikan bahwa dengan terwujudnya fungsi ekonomi yang baik (dibaca mempunyai kerjaan bagus, banyak uang) maka fungsi-fungsi lain seperti pendidikan, perlindungan dan sebagainya akan segera dapat teratasi. Anggapan ini perlu diluruskan karena dalam membina fungsi ekonomi keluarga yang harus ditanamkan dan menjadi landasan dasarnya adalah adanya nilai-nilai hemat, peduli, teliti, disiplin dan ulet bagi anggota keluarga tersebut. Nilai-nilai inilah harus diwariskan orang tua untuk membentengi ketahanan keluarga yang tangguh. Disini terlihat bahwa pemberian ikan dari orang tua kepada anak tidak cukup karena itu sifatnya hanya rangsangan belaka, tetapi kita wajib menyertakan kailnya.
Fungsi pembinaan lingkungan. Fungsi keluarga ini memberikan kepada setiap anggota keluarga kemampuan untuk menempatkan diri secara serasi, selaras dan seimbang sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungan yang berubah secara dinamis. Setidaknya bagi orang tua harus mampu menanamkan rasa cinta dan menyayangi lingkungan alam sehingga dapat menjaga dan melestarikan untuk kehidupan mendatang.
Penutup
Peringatan Hari Keluarga bagi bangsa Indonesia bukan hanya sekedar ajang berkumpulnya bagi anggota keluarga. Hari Keluarga seharusnya sebagai wahana untuk mengembalikan kemandirian nilai-nilai luhur suatu keluarga, dan dijadikan sebagai momentum untuk mengevaluasi apakah selama ini keluarga kita sudah dapat menjalankan fungsi-fungsi keluarga secara mandiri; Kalau belum, berarti ketahanan keluarga kita juga masih ada yang lemah. Kata ketahanan dalam ketahanan keluarga berbeda dengan yang ada pada kata ketahanan pangan. Pada ketahanan pangan, ketahanan dapat diartikan sebagai ketersediaan, jadi bersifat defensif. Bila pangan sudah tersedia untuk periode tertentu maka amanlah untuk periode tersebut. Namun dalam ketahanan keluarga, ketahanan tidak cukup bersifat defensif tapi ia harus bersifat developed dan dinamis; selalu berupaya mencari fungsi keluarga yang lebih maju ke depan. Dengan demikian perjuangan untuk memperoleh ketahanan keluarga yang tangguh tidak mudah, harus melalui perjuangan yang lebih keras lagi.
Hari Keluarga Nasional merupakan momentum untuk mengingatkan kepada seluruh keluarga di Indonesia bahwa ada fungsi-fungsi keluarga yang harus dilaksanakan untuk meningkatkan ketahanan keluarga menuju keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

66 COMMENTS

  1. I simply want to mention I am very new to blogs and seriously liked this page. Most likely I’m planning to bookmark your site . You absolutely have perfect writings. Many thanks for revealing your website page.

  2. MetroClick specializes in building completely interactive products like Photo Booth for rental or sale, Touch Screen Kiosks, Large Touch Screen Displays , Monitors, Digital Signages and experiences. With our own hardware production facility and in-house software development teams, we are able to achieve the highest level of customization and versatility for Photo Booths, Touch Screen Kiosks, Touch Screen Monitors and Digital Signage. Visit MetroClick in NYC at http://www.metroclick.com/ or , 121 Varick St, New York, NY 10013, +1 646-843-0888.

  3. I have observed that in the world today, video games would be the latest phenomenon with kids of all ages. There are times when it may be out of the question to drag your family away from the video games. If you want the very best of both worlds, there are several educational gaming activities for kids. Thanks for your post.

  4. After looking at a handful of the blog articles on your website, I really appreciate your way of blogging. I saved as a favorite it to my bookmark site list and will be checking back soon. Please check out my website as well and tell me your opinion.

  5. May I simply say what a relief to find someone who really knows what they’re talking about on the internet. You definitely realize how to bring an issue to light and make it important. More and more people need to read this and understand this side of the story. I can’t believe you’re not more popular given that you surely possess the gift.

  6. Hi, I do believe your site might be having web browser compatibility issues. Whenever I take a look at your site in Safari, it looks fine however, when opening in I.E., it’s got some overlapping issues. I just wanted to provide you with a quick heads up! Besides that, wonderful site!

  7. When I initially commented I seem to have clicked on the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on whenever a comment is added I recieve 4 emails with the same comment. Is there a way you can remove me from that service? Thank you.

  8. Howdy! This post couldn’t be written much better! Looking through this article reminds me of my previous roommate! He constantly kept preaching about this. I will forward this article to him. Pretty sure he’s going to have a good read. I appreciate you for sharing!

  9. Du kannst diese Werbeanzeigen vollständig
    ausblenden, indem du ein Upgrade auf einen unserer kostenpflichtigen Tarife vornimmst.

    Der japanische Premierminister Shinzo Abe sagte, das Land werde die Einreisebeschränkungen für Menschen aus Australien, Neuseeland, Thailand und Vietnam
    lockern, so ein Bericht der Nachrichtenagentur Jiji.

  10. кератиновое выравнивание
    Кератиновое выпрямление предназначено для пушащихся а также
    кудрявых волос, в том числе со сложным завитком.
    Оно имеет возможность придать тусклым а также покоробленным волосам крепкий, гладкий образ, сделать их намного более гибкими.

    Секрет ухода заключается в насыщении локонов
    жидким кератином, который создает оградительный пласт, удаляющий статическое электричество и конечно
    расправляющий кутикулу.

    Alsso visit mʏ website … кератирование волос [https://telegra.ph]

  11. Greetings I am so grateful I found your weblog, I really found you by error, while I was researching on Aol
    for something else, Regardless I am here now and would just like to say thanks
    a lot for a tremendous post and a all round enjoyable blog (I
    also love the theme/design), I don’t have time to read through
    it all at the minute but I have saved it and also included your RSS feeds, so when I have time I will be back to read a
    lot more, Please do keep up the fantastic jo.

  12. Thanks for ones marvelous posting! I really enjoyed reading it, you might be a great author.I will ensure
    that I bookmark your blog and will eventually come back down the road.
    I want to encourage yourself to continue your great job,
    have a nice weekend! adreamoftrains best website hosting

  13. Thank you for some other informative site. Where else could I get that type of info written in such a perfect method?
    I have a mission that I’m simply now operating on, and I have been on the
    look out for such information.

  14. May I simply say what a relief to uncover someone that genuinely understands what they are talking about on the internet. You definitely understand how to bring an issue to light and make it important. More people really need to check this out and understand this side of the story. It’s surprising you’re not more popular given that you most certainly have the gift.

  15. I’m very happy to discover this website. I need to to thank you for ones time just for this wonderful read!! I definitely appreciated every part of it and i also have you book-marked to look at new information in your web site.

  16. Hi there! This blog post could not be written much better! Reading through this article reminds me of my previous roommate! He always kept preaching about this. I am going to send this information to him. Fairly certain he will have a good read. Thanks for sharing!

  17. I’m very happy to discover this page. I want to to thank you for ones time for this particularly fantastic read!! I definitely really liked every little bit of it and I have you book-marked to see new stuff on your web site.

  18. I would like to thank you for the efforts you’ve put in penning this blog. I am hoping to see the same high-grade blog posts from you in the future as well. In truth, your creative writing abilities has encouraged me to get my own blog now 😉

  19. Having read this I believed it was very enlightening. I appreciate you taking the time and effort to put this informative article together. I once again find myself spending way too much time both reading and posting comments. But so what, it was still worthwhile!

  20. Aw, this was an incredibly nice post. Taking a few minutes and actual effort to create a superb article… but what can I say… I put things off a whole lot and never seem to get nearly anything done.

  21. When I initially left a comment I appear to have clicked on the -Notify me when new comments are added- checkbox and from now on every time a comment is added I receive four emails with the same comment. Perhaps there is an easy method you can remove me from that service? Thanks.

  22. You are so cool! I don’t suppose I have read through a single thing like that before. So great to find someone with a few original thoughts on this issue. Seriously.. thanks for starting this up. This website is one thing that is required on the web, someone with some originality.

  23. After exploring a few of the blog articles on your site, I seriously like your technique of blogging. I added it to my bookmark site list and will be checking back in the near future. Take a look at my web site too and tell me how you feel.

  24. Your style is very unique compared to other people I’ve read stuff from. I appreciate you for posting when you’ve got the opportunity, Guess I’ll just bookmark this blog.

  25. Hi, I do think this is an excellent web site. I stumbledupon it 😉 I’m going to revisit once again since I book-marked it. Money and freedom is the greatest way to change, may you be rich and continue to guide others.

  26. I must thank you for the efforts you have put in penning this blog. I really hope to see the same high-grade blog posts from you later on as well. In truth, your creative writing abilities has encouraged me to get my very own blog now 😉

  27. May I simply say what a comfort to uncover a person that genuinely understands what they’re talking about online. You actually understand how to bring a problem to light and make it important. A lot more people ought to look at this and understand this side of your story. I can’t believe you’re not more popular since you definitely have the gift.

  28. Howdy! I could have sworn I’ve visited this site before but after browsing through a few of the articles I realized it’s new to me. Anyhow, I’m certainly happy I discovered it and I’ll be bookmarking it and checking back regularly.

LEAVE A REPLY