Home Uncategorized SEMAKIN RENDAHNYA KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA

SEMAKIN RENDAHNYA KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA

1380
41
SHARE

Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah. Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.
Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.
Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa, kurikulum yang sentralistik membuat potret pendidikan semakin buram. Kurikulum hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Lebih parah lagi, pendidikan tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Ini salahnya, kurikulum dibuat di Jakarta dan tidak memperhatikan kondisi di masyarakat bawah. Jadi, para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, padahal lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. Kualitas pendidikan Indonesia sangat memprihatinkan. Berdasarkan analisa dari badan pendidikan dunia (UNESCO), kualitas para guru Indonesia menempati peringkat terakhir dari 14 negara berkembang di Asia Pacifik. Posisi tersebut menempatkan negeri agraris ini dibawah Vietnam yang negaranya baru merdeka beberapa tahun lalu. Sedangkan untuk kemampuan membaca, Indonesia berada pada peringkat 39 dari 42 negara berkembang di dunia. Lemahnya input quality, kualitas guru kita ada diperingkat 14 dari 14 negara berkembang. Ini juga kesalahan negara yang tidak serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dari sinilah penulis mencoba untuk membahas lebih dalam mengenai pendidikan di Indonesia dan segala dinamikanya.
Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelektual dan tubuh anak); dalam Taman Siswa tidak boleh dipisahkan bagian-bagian itu agar supaya kita memajukan kesempurnaan hidup, kehidupan, kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik, selaras dengan dunianya (Ki Hajar Dewantara, 1977:14)
Dari etimologi dan analisis pengertian pendidikan di atas, secara singkat pendidikan dapat dirumuskan sebagai tuntunan pertumbuhan manusia sejak lahir hingga tercapai kedewasaan jasmani dan rohani, dalam interaksi dengan alam dan lingkungan masyarakatnya.
Pendidikan merupakan proses yang terus menerus, tidak berhenti. Di dalam proses pendidikan ini, keluhuran martabat manusia dipegang erat karena manusia (yang terlibat dalam pendidikan ini) adalah subyek dari pendidikan. Karena merupakan subyek di dalam pendidikan, maka dituntut suatu tanggung jawab agar tercapai suatu hasil pendidikan yang baik. Jika memperhatikan bahwa manusia itu sebagai subyek dan pendidikan meletakkan hakikat manusia pada hal yang terpenting, maka perlu diperhatikan juga masalah otonomi pribadi. Maksudnya adalah, manusia sebagai subyek pendidikan harus bebas untuk “ada” sebagai dirinya yaitu manusia yang berpribadi, yang bertanggung jawab.
Hasil dari pendidikan tersebut yang jelas adalah adanya perubahan pada subyek-subyek pendidikan itu sendiri. Katakanlah dengan bahasa yang sederhana demikian, ada perubahan dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Tetapi perubahan-perubahan yang terjadi setelah proses pendidikan itu tentu saja tidak sesempit itu. Karena perubahan-perubahan itu menyangkut aspek perkembangan jasmani dan rohani juga.
Melalui pendidikan manusia menyadari hakikat dan martabatnya di dalam relasinya yang tak terpisahkan dengan alam lingkungannya dan sesamanya. Itu berarti, pendidikan sebenarnya mengarahkan manusia menjadi insan yang sadar diri dan sadar lingkungan. Dari kesadarannya itu mampu memperbarui diri dan lingkungannya tanpa kehilangan kepribadian dan tidak tercerabut dari akar tradisinya.

 

41 COMMENTS

  1. Hello! This is my 1st comment here so I just wanted to give a quick shout out and tell you I genuinely enjoy reading your posts.
    Can you recommend any other blogs/websites/forums that deal
    with the same subjects? Thanks a ton!

  2. I simply want to tell you that I am just very new to blogs and actually loved this page. Likely I’m want to bookmark your blog . You actually come with fantastic stories. Thanks for revealing your website.

  3. A further issue is really that video gaming has become one of the all-time main forms of excitement for people of any age. Kids engage in video games, and adults do, too. Your XBox 360 is one of the favorite games systems for individuals that love to have hundreds of video games available to them, along with who like to experiment with live with some others all over the world. Many thanks for sharing your ideas.

  4. I have to say this post was certainly informationrmative and contains useful content for enthusiastic visitors. I will definitely bookmark this website for future reference and further viewing. thank a bunch for sharing this with us!

  5. I absolutely love your website.. Pleasant colors & theme. Did you make this web site yourself? Please reply back as I’m wanting to create my very own blog and want to know where you got this from or what the theme is called. Appreciate it!

  6. Thanks for sharing your ideas. I might also like to state that video games have been actually evolving. Today’s technology and inventions have assisted create realistic and active games. These entertainment games were not that sensible when the concept was first being used. Just like other forms of technology, video games too have had to evolve through many generations. This is testimony to the fast development of video games.

  7. You can certainly see your enthusiasm within the paintings you write. The arena hopes for even more passionate writers like you who are not afraid to mention how they believe. Always follow your heart. “The only way most people recognize their limits is by trespassing on them.” by Tom Morris.

  8. I got what you intend, appreciate it for posting .Woh I am delighted to find this website through google. “I would rather be a coward than brave because people hurt you when you are brave.” by E. M. Forster.

  9. Thank you for sharing excellent informations. Your website is very cool. I’m impressed by the details that you’ve on this web site. It reveals how nicely you perceive this subject. Bookmarked this website page, will come back for extra articles. You, my pal, ROCK! I found just the information I already searched everywhere and simply couldn’t come across. What a perfect site.

  10. I blog frequently and I seriously thank you for
    your information. This article has truly peaked my interest.
    I will book mark your blog and keep checking for new details about once
    per week. I subscribed to your RSS feed too.

  11. It’s a pity you don’t have a donate button! I’d definitely donate to
    this brilliant blog! I guess for now i’ll settle
    for book-marking and adding your RSS feed to my Google account.

    I look forward to new updates and will share this site
    with my Facebook group. Talk soon!

Leave a Reply to ทิชชู่เปียกแอลกอฮอล์ Cancel reply