Home PRESS RELEASE PEMBAYARAN TOL DENGAN MANUSIA ATAU MESIN?

PEMBAYARAN TOL DENGAN MANUSIA ATAU MESIN?

395
0
SHARE

Departemen Pengaderan Himpunan Mahasiswa Administrasi Niaga telah mengadakan Arisan Wacana sebagai wadah untuk menyuarakan pendapat Mahasiswa(i) Administrasi Niaga mengenai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 16/PRT/M/2017 tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol. Sebelum memulai diskusi, fasilitator terlebih dahulu memaparkan wacananya yang bersumber dari http://makassar.tribunnews.com/2017/10/26/perubahan-sistem-pembayaran-uang-elektronik-di-tol-sebabkan-macet-parah

Setelah fasilitator memaparkan wacananya, selanjutnya moderator membuka diskusi. Diskusi dibagi menjadi 3 kelompok; Tim Pro, Tim Kontra, dan Tim Future Experience. Berikut hasil diskusi mereka yang telah terangkum oleh catatan notulen.

Sebagai pembuka diskusi, Saudara Alamsyah dari Tim Pro mengemukakan alasannya mengapa setuju dengan penerapan e-toll.

Alasan kami kenapa setuju dengan e-toll; 1. Keunggulannya yaitu efesiensi waktu, proses pembayaran lebih cepat; 2 Tidak perlu antri panjang saat pembayaran; 3 Tidak repot mengurus kembalian, karena telah menggunakan etoll.”

Saudari Sukma juga menambahkan argumenya untuk menguatkan argumen Saudara Alamsyah.

Selain memudahkan masyarakat dengan tidak perlu antri panjang, pembayaran menggunakan e-toll juga dapat mengurangi tingkat kriminal yaitu mengurangi kejahatan pembayaran dengan menggunakan uang palsu

Menurut pendapat dua pihak dari Tim Pro dapat kita simpulkan bahwa penerapan e-toll ini sangat menguntungkan bagi masyarakat karena proses pembayaran yang lebih cepat dan dapat mengurangi tingkat kriminal berupa kejahatan pembayaran dengan uang palsu.

Selanjutnya Tim Kontra memaparkan argumennya yang dibuka oleh Saudari Irma. Ia mengatakan bahwa Tim Kontra tidak setuju dengan adanya e-toll atas pertimbangan sebagai berikut:

  1. Jaringan yang bermasalah saat pembayaran dapat menimbulkan kemacetan
  2. Menambah pengangguran karena masin telah digantikan oleh manusia
  3. Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara pemakaian e-toll
  4. Kesalahan pembayaran karena saldo yang tidak mencukupi

Realita yang terjadi bahwa PHK banyak terjadi di Indonesia sehingga belum bisa diterapkan pada Indonesia, hanya cocok diterapkkan di Negara maju, seharusnya untuk menerapkan kebijakan ini maka sebaiknya dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Mengenai kemacetan, yang menciptakan kemacetan bukan karena pemberlakuan etoll namun volume kendaraan yang sangat banyak” ujar Saudari Cahyani dari Tim Kontra.

Kekhawatiran Tim Kontra mengenai adanya pengurangan pegawai yang akan tergantikan oleh mesin juga ditanggapi oleh Saudara Rafli.

Sejarah dari perkembangan suatu mesin atau teknologi berasal dari evolusi industry yang intinya yaitu menghasilkan kesimpulan bahwa teknologi atau mesin adalah alat untuk membantu pekerjaan manusia, sedangkan dari pemaparan materi bahwa sebaliknya yang terjadi. Contoh dari Jepang, para ahli ilmuwan telah menciptakan banyak mesin yang menggantikan manusia, dimana pekerjaan mereka telah tergantikan oleh mesin, jika mesin mendominasi maka tingkat pengangguran akan meningkat

Menurut beberapa tanggapan dari Tim Kontra, dapat disimpulkan bahwa penerapan e-toll belum bisa sepenuhnya diterapkan di Negara kita karena fasilitas yang disiapkan belum memadai, masih bisa kemungkinan terjadi permasalahan jaringan saat melakukan pembayaran menggunakan e-toll sehingga tetap saja menimbulkan kemacetan, penambahan pengangguran karena tergantinya tenaga kerja manusia dengan mesin, masih kurangnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara pemakaian e-toll.

Sebagai tim penengah atau tim yang memandang ke depan alur diskusi kali ini, Saudara Rigas mengemukakan pendapatnya

Apakah dengan adanya  etoll membuat pengangguran bertambah? Tentu tidak, karena tetap ada pegawai yang mengawasi, malah mempermudah pembayaran. Permasalahannya yaitu masyarakat menempel kartu satu kali tidak terbaca, jadi masyarakat menempel sampai 4 kali dan pembayaran terpotong empat kali juga, maka disinilah pegawainya berfungsi dengan baik mengawasi hal tersebut.”

Pemerintah membuat kebijakan tidak begitu saja diterapkan, penerapan e-toll ini dilakukan bertahap karena pemerintah pasti telah melakukan observasi untuk melihat kekurangannya, maka dari itu masyarakat harus terbiasa.”

Saudara Zira juga memaparkan pendapatnya mengenai kekhawatiran Tim Kontra tentang adanya pengurangan pegawai.

Mesin dipilih untuk menggantikan kerja manusia karena mesin memiliki quality control dimana manusia tidak memiliki hal tersebut. Mesin dapat melakukan hal yang sama berulang kali dengan takaran yang sama. Mesin juga tidak bisa jalan tanpa adanya manusia, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai pengagguran, tetapi manusia tidak boleh terlalu nyaman dengan hal tersebut karena bisa saja menimbulkan banyak hal negatif.”

Setelah berbagai tim mengutarakan argumennya, maka fasilitator yang berperan sebagai notulen membuat kesimpulan sebagai berikut:

Setiap kebijakan pasti menimbulkan banyak kekurangan dan kelebihan dalam pelaksanannya, penerapan kebijakan baru ini telah melalui banyak observasi untuk terus memperbaiki kekurangan yang ditimbulkan oleh kebijakan baru ini. Kebijakan baru ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dimana penerapan e-toll dapat lebih mengefisienkan waktu dalam menggunakan jalan tol. Penggunaan mesin ini juga tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia namun mempermudah pekerjaan manusia dalam melayani masyarakat pengguna jalan tol.

Sebagai Negara berkembang bukan berarti kita terus tinggal dalam keterpurukan namun kita harus berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sekarang agar kita tidak ketinggalan dalam persaingan era digital seperti sekarang ini, dan pemerintah sebaiknya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat mengenai e-toll, jangan sampai kebijakan baru yang dibuat pemerintah dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan fasilitas negara malah akan mempersulit masyarakat.

Untuk pelaksanaan regulasi baru ini perlu diadakan sosialisasi secara besar-besaran dan menyeluruh agar tujuan kita untuk mengikuti zaman di era digital ini diimbangi dengan pengetahuan masyarakat yang memadai agar masyarakat terus berusaha meningkatkan pengetahuannya. Maka sudah sangat bijak ketika masyarakat berusaha menyesuaikan diri dengan zaman karena apabila kita tidak menyesuaikan diri maka kita yang akan tenggelam dengan kondisi era sekarang ini.

LEAVE A REPLY