Home PRESS RELEASE Arisan Wacana “Pro Kontra Efektifitas Kuliah Online”

Arisan Wacana “Pro Kontra Efektifitas Kuliah Online”

1753
1
SHARE

Maraknya pasien positif COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) di Indonesia membuat pemerintah mengambil kebijakan menutup akses kontak antar individu dan mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik (Kemendikbud) juga mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan segala kegiatan dari institusi pendidikan seperti sekolah dan universitas. Kendati demikian, sejumlah kampus tidak serta merta meliburkan mahasiswanya. Namun, beralih dari kuliah tatap muka menjadi kuliah berbasis online (daring), Lantas sejauh mana kampus kita menanggapi sistem kuliah online (kulon) sekarang?

Kuliah online dengan memanfaatkan teknologi berbasis video conference seperti Zoom, Google Met/Hangout, Whatsapp, dan Google Classroom.

Ternyata tidak semua berjalan mulus sesuai harapan. Dalam mempersiapkan kulon terdapat beberapa hambatan diantaranya kemampuan dosen untuk beradaptasi dengan teknologi dalam waktu singkat tidaklah mudah. Ini dikarenakan tidak semua dosen melek teknologi. Selain itu, kulon belum diuji coba bersamaan oleh seluruh mahasiswa. Terakhir, yang menjadi kendala yaitu keterbatasan akses internet mahasiswa terutama saat mengakses video conference/streaming.

Dalam pelaksanaannya kuliah online dirasa belum efektif mengingat mahasiswa belum berpartisipasi secara keseluruhan dalam mengakses kuliah online tersebut.
Hal ini dikarenakan tidak semua mahasiswa berada dalam forum e-learning secara penuh, selain itu tidak semua wilayah mempunyai akses jaringan internet yang baik.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilaksanakan secara nasional sejak 16 Maret 2020 karena wabah Covid-19 menyingkapkan tantangan baru dalam dunia pendidikan kita, yaitu kesenjangan kemampuan pembelajaran yang mencerminkan kesenjangan ekonomi di negeri ini.

Kuliah Online atau sistem perkuliahan berbasis daring, kuliah online disebut juga e-Learning atau Online Course adalah proses perkuliahan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, dalam hal ini internet. Dalam perkuliahan online atau kuliah non tatap muka ini, mahasiswa tidak dituntut rutin datang ke kampus. Kuliah Online juga merupakan salah satu sarana pembelajaran interaktif. Dosen dan mahasiswa dapat berkomunikasi dengan menggunakan media internet. Dosen dapat memberikan materi kuliah, baik berupa file, video, maupun tulisan (teks). Dengan kuliah online, seorang dosen juga bisa mengajar di beberapa tempat secara bersamaan.

Mahasiswa bisa mendapatkan materi perkuliahan berupa file atau bacaan dari dosen yang bersangkutan, mengirimkan pertanyaan kepada dosen mata kuliah tersebut, mengirimkan kontak pada mahasiswa lain, melihat informasi dari dosen yang bersangkutan, dan melakukan ujian pada waktu yang telah ditetapkan.

Adapun Kelebihan dari Program Kuliah Online

Para Mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan kapan pun dan di mana pun sesuai keinginan dan memiliki koneksi internet dengan baik.

Menghemat biaya transportasi atau pun tempat tinggal bila universitas yang dipilih berada di luar pulau atau luar negeri.

Materi Perkuliahan bisa dipilih sesuai tingkat kemampuan dan juga keinginannya

Tanya Jawab dalam perkuliahan bersifat fleksibel karena bisa ditanyakan lewat chatinggan baik itu kepada dosen atau teman sekelas.

Waktu masa perkuliahan lebih singkat dibandingkan perkuliahan yang bersifat konvensional.

Mahasiswa bisa melihat kembali materi yang diajarkan karena materi biasanya berupa modul yang dapat didownload dan tersimpan dalam PC atau komputer.

Melatih mahasiswa untuk lebih bertanggung jawab, kreatif, dan juga mandiri. Sehingga membentuk pribadi yang lebih percaya diri.

Kekurangan Program Kuliah Online

Selain memiliki kelebihan, program kuliah online pun memiliki kekurangan diantaranya adalah :

Sangat tergantung pada internet, bila jaringan lambat atau susah sinyal maka proses pembelajaran akan tertinggal terlebih jika sudah mencakup ujian kuliah.

Sangat tergantung pada sikap displin para mahasiswa, jika kurang disiplin maka akan tertinggal pula dalam pembelajaran.

Dalam hal interaksi sosial menjadi sulit karena terbiasa sendiri.

Ada beberapa mata kuliah yang tidak bisa diajarkan secara online.

Perangkat komputer atau gadget yang memiliki harga cukup mahal, sehingga program kuliah ini baru bisa di akses oleh kalangan tertentu

Adapun beberapa pendapat pro dan kontra mengenai topik yang diatas sebagai berikut :

Team pro :

Menurut karim kamza, Sistem kuliah online adalah alternative belajar tatap muka ditengah mewabahnya Covid-19, sehingga efektivitas yang diharapkan dapat setara dengan perkuliahan konvensional pada umumnya.

Team kontra

Menurut Muh. Nadirul Haq, Jika ingin dikatakan efektif, tentunya tidak. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan kuliah online harus terencana, semua harus dipersiapkan. Mulai dari kesiapan mahasiswa dan tenaga pengajar (dosen)

Adapun juga tanggapan dan pendapat dari forum mengenai pro,kontra dan isi topik diatas yaitu:

  1. Ryas Arga Ananda selaku pemateri memiliki pendapat pribadi terkait kuliah online, pendapatnya menyatakan bahwa kuliah online sama sekali tidak efektif dikarenakan dosen terlalu banyak menuntut waktu dan tugas dari mahasiswa.
  2. Muh Nurul Ihsan berpendapat bahwa kuliah daring merupakan salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk menghentikan penularan Covid-19. Untuk itu, mau tidak mau harus diikuti, dan mengenai efektifitasnya, tentu tidak efektif dikarenakan banyak hal yang harus dipersiapkan dalam pemberlakuan kuliah online.
  3. Karim kamza berpendapat bahwa Kuota dan jaringan menjadi salah satu hal yang menjadi halangan bagi kebanyakan mahasiswa yang berada di kampung. Hal ini dapat diatasi dengan adanya kebijakan pembagian kuota bagi mahasiswa.
  4. Muh. Nadirul Haq mengeluarkan pendapat mengenai pernyataan Karim sebelumnya bahwa, Pada kenyataannya kampus kita telah mengeluarkan kebijakan tersebut, memberikan akses elearning yang jarang dipergunakan oleh mahasiswa.
  5. Muh Nur Alamsyah menanggapi, Untuk itu mahasiswa perlu mengeluarkan menuntut hak mereka kepada kampus. Namun, karena situasi dan kondisi ditengah pandemi ini sangat menjadi halangan bagi mahasiswa yang hendak menyuarakan haknya. Hal ini dapat disiasati dengan melakukan seruan aksi online untuk menuntut hak mahasiswa kepada kampus.

#HMANPNUP
#PNUP
#familyforever

1 COMMENT

LEAVE A REPLY