Home PRESS RELEASE Mahasiswa, Masyarakat, Dan COVID-19

Mahasiswa, Masyarakat, Dan COVID-19

149
5
SHARE
  • Berjuang menyelesaikan TA ditengah badai Covid-19

Salah satu pengalaman dari mahasiswa Administrasi Bisnis yang berjuang menyelesaikan TA di tengah badai Covid-19

– Maulana Izrar Huzein

Sebelum pandemi covid 19 semua kegiatan untuk menyelesaika TA berjalan dengan normal seperti konsultasi secara langsung dengan dosen. Di pertengahan mengerjakan TA kondisinya mulai tidak kondusif karena adanya pandemi covid 19, hal ini memberikan sedikit kerumitan bagi saya dimulai dari pengambilan tanda tangan dosen, konsultasi kepada dosen. Karena menurut saya, konsultasi secara langsung itu lebih bagus daripada secara online karena ada beberapa hal yang harus di diskusikan secara langsung dengan dosen dibanding online. Karena adanya kebijakan PSBB ada beberapa waktu dimana saya tidak bisa kemana-mana seperti tidak bisa ke perpustakaan untuk mengambil buku-buku, mencari referensi, meminjam buku dan meminta tanda tangan dosen. Dan juga ada beberapa waktu kita tidak diperbolehkan ke kampus, jadi disitulah masa-masa sulitnya saya. Namun dengan motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan studi tahun ini, jadi saya dan teman-teman berusaha keras untuk menyelesaikan TA dan Alhamdulillah di akhir- akhir pengerjaan TA ada kebijakan yang dikeluarkan oleh kampus untuk bertemu dengan dosen, meminta tanda-tangan secara langsung dan konsultasi secara langsung. Jadi saya selaku mahasiswa pengerja TA merasa terbantu dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh kampus.

 

  • Stimulus mengobati perlambatan ekonomi ( usaha² ditengah pandemi )

Ini dia 5 sektor bisnis tahan krisis yang bisa kalian lakukan saat pandemi Covid-19.

  1. Usaha food & baverage

Ketika krisis ekonomi melanda suatu wilayah, bisnis kuliner bisa saja mengalami penurunan omzet. Namun perputaran uang yang besar dalam waktu cepat membuat sektor ini tak memiliki alasan untuk mengalami kebangkrutan. Pebisnis sektor F&B bisa menjalankan strategi peningkatan omzet dengan berinovasi sesuai perubahan perilaku konsumen dari masa ke masa. Maka manfaatkanlah bisnis kuliner Anda saat masa krisis supaya Anda tetap mendapatkan konsumen meski keadaan sedang sulit

  1. Usaha kebutuhan bahan pokok

bahan pangan pokok merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat yang sulit untuk diabaikan dalam kondisi apapun, termasuk kondisi krisis ekonomi. Hal ini membuat bisnis perdagangan bahan pokok menjadi salah satu sektor bisnis tahan krisis.

  1. Usaha jasa/produk kesehatan

Baik pada masa normal maupun saat krisis , masyarakat tetap membutuhkan jasa layanan kesehatan dan produk kesehatan sebagai salah satu kebutuhan yang krusial untuk tetap bertahan hidup. Maka itu, para tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker hingga karyawan pusat kesehatan berada di garda terdepan untuk menjamin kesehatan masyarakat. Berbagai latar berlakang tersebut menjadi alasan yang membuat bisnis kesehatan termasuk salah satu yang bisa bertahan di masa krisis sekalipun.

  1. Usaha jasa pendidikan dan pelatihan

Kebutuhan untuk belajar sesuatu hal yang baru tak akan surut di tengah-tengah masyarakat, meski dalam kondisi krisis sekalipun. Bahkan masa krisis merupakan momentum yang tepat, karena sebagian orang mengevaluasi diri dan menganggap dirinya membutuhkan lebih banyak pengetahuan untuk terus mengembangkan diri. Hal ini yang membuat bisnis di industri pendidikan dan pelatihan lebih mampu bertahan saat perekonomian dalam kondisi yang buruk.

  1. Bisnis digital

Bisnis digital menjadi salah satu dari deretan sektor bisnis yang dianggap paling dapat bertahan dalam kondisi krisis sekalipun. Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi membawa pencerahan bagi masyarakat dan mampu mendukung hingga mengembangkan sektor-sektor bisnis lain. Dalam prosesnya, bisnis digital justru menjadi solusi bagi sebagian besar masyarakat untuk keluar dari persoalan, bahkan dapat mendorong masyarakat untuk keluar dari masa krisis

(https://www.jurnal.id/id/blog/ini-5-sektor-bisnis-tahan-krisis-saat-pandemi-covid-19/)

  • Bauran kebijakan melawan dampak Covid-19 di sektor ekonomi

Yaitu antara Bank Indonesia yang melakukan relaksasi kebijakan moneter, guna menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga tetap berdaya tahan di tengah risiko tertundanya prospek pemulihan perekonomian dunia, juga bertujuan unqtuk menjaga nilai tukar Rupiah tetap terkendali sesuai nilai fundamental didukung kinerja Neraca Pembayaran Indonesia yang tetap terjaga.

Dan dengan Pemerintah yang kembali melanjutkan dengan stimulus ekonomi jilid II yang berisi kebijakan fiskal dan nonfiskal, utamanya untuk menopang aktivitas industri.

Tak hanya Bank Indonesia dan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mengeluarkan aturan untuk memberikan stimulus bagi perbankan Indonesia. Stimulus yang diberikan berupa pelonggaran penilaian kualitas kredit dan restrukturisasi kredit di industri perbankan.

https://www.inews.id/news/nasional/bauran-kebijakan-melawan-dampak-covid-19

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY