Home PRESS RELEASE 4P Sederhana

4P Sederhana

508
1
SHARE

Selepas perkuliahan berakhir, ayunan kedua kaki pun melangkah dengan cepatnya menuju himpunan mempersiapkan bahan-bahan yang akan dijual untuk galang dana pada kepanitaan ini. Yah, begitulah nikmatnya terlibat dalam kepanitiaan, banyak pengalaman dan pembelajaran yang didapatkan meskipun ada beberapa orang menganggap remeh hal-hal yang kami lakukan.

Kesepakatan hari ini bahwa kami akan jualan minuman sore, kegiatan ini bukan perihal mengenai untung ataupun rugi tetapi yang terpenting tentang bagaimana kekompakan dan semangat kekeluargaan tetap terjalin pada setiap anggota kepanitaan. Itulah yang diajarkan kepada kami sejak dari awal pembentukan kepanitiaan.

Peralatan dan bahan-bahan minuman telah dibeli, sekarang saatnya bagaimana meramu bahan-bahan tersebut menjadi produk yang menarik bagi calon konsumen. Terbayang mata kuliah yang diajarkan kala itu mengenai level produk atau tingkatan produk, bahwa PRODUK adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk dicari, dibeli, diminta, digunakan, diperhatikan, atau dikonsumsi pasar sebagai alat pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasar.

Di era-era sebelumnya kegiatan menjual minuman sore ini merupakan suatu upaya untuk pemenuhan kas kepanitaan, produk intinya adalah minuman bersaset dituangkan ke air dan es batu yang memiliki manfaat utama yang dibeli konsumen adalah menghilangkan dahaga kemudian dikemas secara menarik menggunakan gelas plastik untuk memikat mata pelanggan, tetapi kekurangannya ada pada gelas plastik yang berdampak kepada pencemaran lingkungan sehingga dapat merugikan generasi yang akan datang. Diperlukan sebuah inovasi untuk merubah metode tersebut, penulis berharap agar para pembaca terhormat memikirkan cara jitu untuk mengganti gelas-gelas plastik dengan bahan lainnya.

Produk telah tersedia, kini saatnya berembuk dan mendiskusikan ke mana minuman ini akan dijual. PLACE merupakan salah satu faktor penentu untuk membuat barang laku terjual, dibutuhkan lokasi strategis dalam artian banyak orang berlalu-lalang di tempat jualan. Sehingga ada yang mengatakan bagusnya  kita berjualan di area kampus saja, lebih efisien mengenai waktu dan anggapan-anggapan silih berganti. Pada akhirnya ketua panitia memutuskan untuk berjualan di taman saja dikarenakan banyak orang yang berdatangan pada sore hari ditambah lagi jarak taman dari kampus tidak memakan waktu dan keindahannya pun sangat menakjubkan.”Sekali mendayung, dua pulau terlampaui”.

Kebiruan langit berkorelasi dengan tebalnya halimun,  pemandangan asri, bersih, dan sejuk memanjakan kelopak mata. Orang-orang berlalu-lalang ditemani hembusan angin mengangkasa di udara membuat dedaunan menari lunglai.

Di sudut taman, kami berkumpul seraya membagikan produk yang akan dijual, tetapi kami luput mengenai harga dari produk tersebut. Melihat kondisi di taman ini banyak juga orang yang berjualan dengan produk yang sama, “Lebih baik harga yang ditawarkan terjangkau di kantong mahasiswa dengan berkaca pada sasarannya adalah mahasiswa-mahasiswi yang ada di taman ini”. Saran dari salah satu kakanda. PRICE merupakan salah satu hal yang sensistif dalam dunia bisnis, kebanyakan konsumen menjadikan harga sebagai patokan untuk membandingkan dengan kompetitor makanya untuk menentukan harga ada baiknya menghitung HPP dan profit yang diinginkan dan kemudian melirik sasaran dari penjualan.

Kami pun berjalan dengan arah yang berbeda-beda, ada yang tugasnya menenteng nampan yang di atasnya adalah produk dan ada juga yang mempromosikan dan menawarkannya kepada pembeli. Inilah hal yang paling menarik dari berjualan, dibutuhkan seni berbicara dalam mempromosikan produk agar calon konsumen tertarik untuk membelinya. PROMOTION merupakan ujung tombak untuk memperkenalkan produk agar barang tersebut laku terjual. Yah, keahlian berbicaralah yang ditampakkan sehingga calon pembeli terpengaruh dengan retorika dan hal tersebut tidaklah sulit bagi mahasiswa terlebih lagi bagi mahasiswa yang telah mempelajarinya.

Tak terasa kebiruan langit diselimuti oleh keremangan, lautan angkasa seketika berubah warna menjadi jingga. Lama berkeliling akhirnya semua kembali berkumpul di titik awal isyarat bergegas untuk kembali ke himpunan, segala hasil penjualan diberikan kepada penanggung jawab galang dana. Minuman yang masih tersisa dibagikan kepada teman-teman panitia untuk menghilangkan sedikit dahaga seraya bercengkrama dan tertawa bersama.

Sebelum beranjak meninggalkan tempat, kami berkumpul untuk evaluasi kegiatan sekaligus penanggung jawab memberitahukan keuntungan yang didapatkan dari penjualan sore ini. Ketua panitia kemudian mengambil alih memimpin doa sesuai dengan keyakinan masing-masing agar apa yang dilakukan bernilai ibadah di sisi-Nya.

Hal yang tak pernah terlupakan untuk mengembalikan semangat selepas kegiatan selesai, seluruh tangan kanan terhimpun dan kemudian ketua panitia dengan lantang menggaungkan kata;

HMAN!!!

Serentak bersorak;

Family Forever

SHARE
Previous articleMenjelang Kemerdekaan
Next articleHARI PAHLAWAN

1 COMMENT

LEAVE A REPLY