Home PRESS RELEASE Berkibarnya Sang Merah Putih

Berkibarnya Sang Merah Putih

90
4
SHARE

Lautan angkasa nampak tersenyum disinari oleh mentari, burung-burung berterbangan dan saling menyapa melalui kicaunnya sementara kebanyakan orang secara serentak dengan asyiknya memasang umbul-umbul sekaligus mengibarkan bendera di halaman rumah.

Suatu rutinitas menjelang seremonial upacara kemerdekaan bangsa kita yaitu Indonesia, setiap tahunnya pemerintah mengingatkan masyarakat Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih di depan halaman rumah masing-masing melalui surat imbauan. Hal tersebut merupakan langkah pemerintah agar masyarakat menghargai jasa para pejuang yang mendahului kita.

Tepat pada tanggal 17 Agustus, Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia dan disaksikan oleh jutaan penduduk rakyat Indonesia. Peristiwa tersebut juga merupakan suatu ajang bahwa kita telah terlepas dari yang namanya penjajahan. Selepas itu, hampir seluruh wilayah di Indonesia mengadakan upacara untuk memperingati hari kelahiran bangsa kita. Ironisnya, upacara yang kita lakukan hanya sekadar formalitas belaka agar seluruh penjuru dunia mengetahui bahwa inilah hari kelahiran bangsa Indonesia.

Kemerdekaan yang diperoleh saat ini tak terlepas dari segala perjuangan sekaligus pengorbanan jiwa dan raga yang dilakukan oleh para pejuang terdahulu.

Di lain sisi terkadang kita melupakan jasa-jasa yang dilakukannya, bahkan untuk mengibarkan bendera di depan rumah pun kita biasanya enggan, padahal pemerintah telah mengingatkan melalui surat imbauannya.

Pikiranku pun kemudian terdistraksi melihat bendera merah putih yang kita banggakan memudar dan sobek. Benakku pun bertanya, apakah setiap orang merasakan empati melihat kejadian tersebut ataukah pemandangan tersebut hanyalah hal lumrah.

Yah, era ini sang merah putih dengan mudahnya berkibar di angkasa, namun perspektif kita terhadap bendera hanyalah sekadar kain yang berwarnakan merah diatas dan putih bagian bawahnya.

Terkadang, kita menganggap persoalan tersebut hanyalah hal yang sepeleh. Melakukan penghormatan kepada bendera merah putih merupakan kegiatan yang sangat mudah dilakukan, tetapi dibalik itu tersimpan suatu makna yang mendalam bahwasanya penghormatan yang kita berikan adalah bentuk penghargaan kepada pejuang-pejuang gugur yang hanya ingin Indonesia merdeka atau melihat gagahnya sang merah putih berkibar di angkasa.

Pernahkah kita renungkan setiap melakukan upacara dikala hormat di bawah kibaran sang merah putih sembari memikirkan, bahwa inilah pusaka yang ditinggalkan pejuang terdahulu yang membuat kita merasakan yang namanya keamanan, terlepas dari belenggu kebodohan dan dengan bebasnya kita menikmati kehidupan tanpa bayang-bayang penjajah.

Sayangnya, tindakan yang kita lakukan seakan memberikan gambaran bahwa kita masih belum terlepas dari penjajah dan satu-satunya alat istimewa yang membuat kita bebas pun direnggut oleh gemerlapnya kecanggihan zaman sekarang.

Saat ini merupakan momentum untuk merefleksikan diri masing-masing seraya membayangkan banyaknya pejuang gugur hanya mengandalkan bambu runcing di medan perang yang bertempur habis-habisan melawan penjajah, membayangkan pemuda-pemuda bersiteru mendebatkan kemerdekaan Indonesia dengan kaum tua, membayangkan Ibu Fatmawati begitu susah payahnya melalui jemarinya menjahit bendera merah putih dan masih banyak lagi hal-hal yang dikorbankan untuk kemerdekaan Indonesia kita tercinta.
Pertanyaannya adalah apakah tindakan yang selama ini kita lakukan merupakan suatu upaya untuk merawat kemerdekaan Indonesia atau sebaliknya.

Untuk itu kepada pembaca terhormat, marilah kita membayangkan diri kita dengan posisi hormat, berdiri di hadapan kibaran sang merah putih sembari mencurahkan segala keinginan yang akan kita lakukan kedepannya untuk kelebihbaikan negeri tercinta ini agar upacara yang selama ini kita lakukan bukanlah sekadar kegiatan yang terpaksa kita lakukan, tetapi bagaimana kemudian kobaran gelora Sang Merah Putih Berkibar pada relung jiwa kita.

Penulis : Umareng

 

#HMANPNUP
#FamilyForever

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY