Home PRESS RELEASE Ke mana Arah Perpustakaan Kita?

Ke mana Arah Perpustakaan Kita?

281
4
SHARE

Ke Mana Arah Perspustakaan Kita?

Sebelum adanya makhluk bernama Google, berkunjung ke perpustakaan merupakan hal yang sangat menarik untuk mencari bahan referensi sekaligus menambah khazanah keilmuan. Namun, sekarang google mengambil alih tugas tersebut  dengan hanya mengetik kata yang ingin kita ketahui. Yah, Google adalah perpustakaan moderen bagi masyarakat di era ini.

Merujuk kepada definisi UU perpustakaan Bab I Pasal I menyatakan bahwa “Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan”.

Perpustakaan memiliki peranan yang sangat signifikan untuk mendorong pertumbuhan minat baca masyarakat, karena di tempat inilah terdapat banyak bacaan bergizi siap santap. Kemarau  kreativitas merupakan kunci kegagapan perpustakaan dalam  beradaptasi terhadap lingkungan dikarenakan metode yang digunakan telah usang ditelan zaman.

Sebagai fasilitator buku-buku bacaan, perpustakaan tidak lagi seksi di mata masyarakat. Kebanyakan orang cenderung  mengerjakan tugas ataupun membaca di warung kopi atau kafe, hal ini dapat dibuktikan dengan menipisnya masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan. Perpustakaan tak lain hanyalah kolektor buku yang setia menunggu untuk dipinjam.

Kita perlu menggaris bawahi kalimat “Beragam cara interaksi pengetahuan”. Lantas Interaksi pengetahuan seperti  apa yang terjadi di perpustakaan? Jikalau hanya sekadar meminjam buku lantas pergi, perpustakaan tidak akan pernah lagi hidup dengan budaya intelektual.

Dibutuhkan ruang dialektika di perpustakaan agar tidak mati suri. Ironisnya, telah jarang kita jumpai diskusi-diskusi atau sekadar bincang buku di perpustakaan. Hal ini terjadi karena perpustakaan merasa aman-aman saja dengan kecanggihan teknologi yang tanpa disadari sewaktu-waktu dapat mengambil alih tugasnya.

Seharusnya saat ini perpustakaan berbenah diri dan kembali ke arah jalan yang ingin dituju, meninggalkan pola konservatif menjadi lebih inovatif. Bukan sekadar kolektor buku, tetapi bagaimana kebutuhan intelektualitas pelajar dapat segera terpenuhi.

#HMANPNUP
#HMAN
#PNUP
#Familyforever

Penulis: A. Wira Hadi Kusuma

SHARE
Previous articleNatal dan Tahun Baru
Next articleSelamat Tahun Baru 2021

4 COMMENTS

  1. I Certainly appreciate your site.. Very nice hues & concept. Did you establish this Web-site on your own? You should reply again as I’m aiming to build my own private web-site and would adore to understand where you acquired this from or precisely what the concept is named. Thanks!

  2. Howdy outstanding website! Does running a blog like this require a massive amount work?
    I have virtually no understanding of programming but I was hoping
    to start my own blog in the near future. Anyway, if you
    have any ideas or tips for new blog owners please share.
    I know this is off topic but I just had to ask.
    Many thanks! 0mniartist asmr

LEAVE A REPLY