Home PRESS RELEASE Arisan Wacana “Pro Kontra Pengeluaran Kebijakan Melepas Masker, Apakah Covid-19 saat ini...

Arisan Wacana “Pro Kontra Pengeluaran Kebijakan Melepas Masker, Apakah Covid-19 saat ini Masih Menghantui?“

55
0
SHARE

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhayana, dan Salam Sejahtera.

“Salam Mahasiswa”

“Salam Pergerakan”

“Salam Family Forever”

Presiden Joko Widodo pekan lalu mengumumkan bahwamasyarakat boleh tidak menggunakan masker saat beraktivitasdi luar ruangan yang tidak padat orang.

Jokowi mengemukakan keputusan tersebut diambil sejalandengan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin terkendali dalam beberapa waktu terakhir.

Adapun solusi diberikan pemerintah untuk penghentianpenularan virus Covid-19

1 . Memakai masker dengan menutupi hidung dan mulut

2 . Mencuci tangan sebelum menyentuh hidung dan mulut jugasebelum menyentuh makanan . Selain itu gunakan handsainitizeruntuk mengganti mencuci tangan

3 . Menjaga jarak maksimal 1 meter antara satu orang denganorang lainnya

4. Menjauhi kerumunan

5 . Mengurangi mobilitas dengan tidak bepergian jika tidak adakegiatan ataupun acara penting .

Jokowi sekaligus menekankan masyarakat yang masuk kategorirentan dan lanjut usia dan memiliki komorbid disarankan untuktetap menggunakan masker saat beraktivitas baik di dalam atauluar ruangan.

Selain pelonggaran penggunaan kewajiban masker, Jokowi jugamenegaskan bahwa pelaku perjalanan dalam negeri dan luarnegeri yang sudah mendapatkan dosis vaksinasi lengkap takperlu lagi untuk tes swab PCR atau antigen.

Masker tetap wajib dipakai di ruang tertutup dan transportasipublik. Kelompok rentan seperti orang lanjut usia, punyakomorbid, dan juga yang punya gejala batuk dan pilek tetaptetap harus pakai masker untuk mencegah tertular ataumenularkan virus penyebab COVID-19.

Sejak 1 Mei, kasus baru COVID-19 di Indonesia berada di bawah 500 kasus per hari dan relatif terkendali. Kematian tetapterjadi setiap hari. Sementara itu, vaksinasi COVID-19 telahmencapai 96% untuk vaksinasi dosis pertama, 80% dosis kedua, dan dosis ketiga 21%.

Dalam konteks Indonesia, apakah tepat kebijakanlepasmasker” saat ini? Apakah kebijakan ini tidak meningkatkanrisiko penularan virus di kalangan kelompok rentan dangelombang baru seperti kasus delta 2021 dan omicron beberapabulan lalu?

Memakai masker tetap penting karena tidak semua orang telahdivaksin. Kalaupun sudah divaksin, durasi proteksi vaksin jugamasih belum diketahui secara pasti karena vaksin Covid-19 masih baru. Vaksinasi merupakan alat untuk memproteksiseseorang dari level parah dan risiko meninggal. “Dalamkonteks ini, saat masih banyak orang tidak divaksin, masker tetap merupakan alat intervensi paling efektif dan murah untukmencegah penularan virus”

Pemerintah perlu dengan jelas mengkomunikasikan denganbahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat tentang kapandan di mana masker dapat dilepas, lokasi mana yang masukkategori tempat terbuka, hingga kriteria siapa-siapa yang tetapharus menggunakan masker walau berada di tempat terbuka.

Dengan demikian, meski pemerintah membolehkan tidak pakaimasker di luar ruangan, lebih baik Anda tetap memakainyauntuk memproteksi diri dari risiko penularan COVID.

Resume by Besse Nursyahreni M

Design by Ince Nurfadila

📲 Instagram : @hmanpnup
📬 Twitter : @hmanpnup
🎥 Youtube : HMANPNUP
🌐 Website : www.hmanpnup.or.id
____________
DEPARTEMEN PENGADERAN
HMAN PNUP 2021 – 2022

#HMANPNUP
#HMAN
#PNUP
#FAMILYFOREVER

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/u5829455/public_html/hmanpnup.or.id/wp-content/themes/berita2/includes/wp_booster/td_block.php on line 353

LEAVE A REPLY