Home PRESS RELEASE Bedakah Perempuan dan Wanita? Isu Apa yang Melekat Padanya Hingga Kini?

Bedakah Perempuan dan Wanita? Isu Apa yang Melekat Padanya Hingga Kini?

253
1
SHARE

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhayana, dan Salam Sejahtera.

“Salam Mahasiswa”

“Salam Pergerakan”

“Salam Family Forever”

Kita pasti bertanya-tanya apa sih perbedaan “Perempuan” dan “Wanita”? Meski dianggap sebagai sinonim, dua kata tersebut memiliki makna dan penggunaan yang berbeda dalam dunia studi gender.

Secara etimologis, istilah Wanita berasal dari Bahasa Sansekerta, vanita, yang berarti “yang diinginkan”. Adapun dalam Bahasa Jawa, wani ditoto, yang berarti “berani diatur”. Dimaknai berdasarkan kemampuannya untuk tunduk dan patuh pada laki-laki sesuai dengan perkembangan di Jawa.

Perempuan itu sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta, per-empu-an, “per” memiliki arti makhluk, “empu” diartikan mulia, tuan atau mahir. Jadi, dapat disimpulkan bahwa makna kata perempuan adalah makhluk yang mulia atau memiliki kemampuan.

Dari masa ke masa, makna dari kata tersebut banyak mengalami perubahan yang semakin positif. Banyak Lembaga memakai kata perempuan seperti Komnas Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan.

 

Lalu isu apa saja yang mendominasi perempuan?

Banyak isu-isu yang muncul terhadap perempuan seperti, perempuan lebih banyak menganggur daripada bekerja, kesenjangan upah laki-laki dengan perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dsb.

Terkait isu-isu tersebut, sudah tentu ada yang mengakibatkan hal tersebut sehingga dapat terjadi. Pertama, Misogini. Berasal Bahasa Yunani, miso (benci) dan Gin (Perempuan), yaitu sebuah paham yang membenci perempuan. Dalam hal ini, seseorang yang memiliki paham Misoginis tidak hanya pada laki-laki saja, tetapi juga pada perempuan. Kedua, Seksisme, yaitu stereotif atau diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, biasanya terhadap perempuan.

 

Bagaimana kita harus bersikap kepada mereka yang menjadi korban?

Kita bisa menjadi Support system atau Social support, yaitu hadir sebagai seseorang yang memberikan nasihat, motivasi, arahan dan menunjukkan jalan keluar ketika individu mengalami masalah serta kendala.

Sebagaimana, Aristoteles menyebut manusia itu zoon politikon, bahwa manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarapat dan berinteraksi satu sama lain.

Akhir kata, sebagaimana yang di katakan oleh seorang aktivis zaman koloni, R.A Kartini berkata “Kecerdasan pemikiran bumiputera tidak akan maju jika perempuan ketingalan dalam usaha itu, PEREMPUAN adalah pembawa PERADABAN”

Maka, menghargai hadirnya kesetaraan sesama manusia adalah hasil dari kemajuan berpikir

Hidup Perempuan Melawan!

 

Resume by Andi Nur Inayatul Zahra

Design by Naila Fasya Putri Shalihah

📲 Instagram : @hmanpnup
📬 Twitter : @hmanpnup
🎥 Youtube : HMANPNUP
🌐 Website : www.hmanpnup.or.id
_____________
DEPARTEMEN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
HMAN PNUP 2021 – 2022

#HMANPNUP
#HMAN
#PNUP
#FAMILYFOREVER

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/u5829455/public_html/hmanpnup.or.id/wp-content/themes/berita2/includes/wp_booster/td_block.php on line 353

LEAVE A REPLY