Home PRESS RELEASE Dibalik Kata Merdeka

Dibalik Kata Merdeka

117
0
SHARE

Pagi ini, ketika saya melihat handphone dan membuka media sosial, ada hal menarik yang saya temukan. Para pengguna media sosial ramai- ramai membuat instastory yang berwarna merah putih dengan angka 74. Yap betul sekali, tepat hari ini tanggal 17 Agustus sekali lagi kita merayakan peristiwa yang sangat penting dan bersejarah bagi bangsa dimana Ir. Soekarno dan Drs Moh. Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Mari kita membahas sedikit mengenai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Jika berpatokan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merdeka mempunyai tiga arti, yakni sebagai berikut: 1. Bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya), berdiri sendiri; 2. Tidak terkena atau lepas dari tuntutan; 3. Tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu, leluasa. Berdasarkan pengertian merdeka menurut KBBI, timbul satu pertanyaan yaitu “Apakah kita sudah benar-benar merdeka?” Yah jika diartikan secara luas negara kita sudah merdeka dari penjajahan negara asing 74 tahun yang lalu dimana tidak ada lagi perang dengan bersenjata untuk memperebutkan tanah air, semua orang dapat berbangga dengan kemerdekaan itu. Tetapi dibalik kata berbangga dan merdeka itu, pernahkah teman-teman berpikir sejenak ada hal tersembunyi yang dapat membuat kita ragu apakah bangsa ini sudah benar- benar merdeka dari penjajahan, ataukah itu hanyalah sebuah kata kiasan semata?

Jika teman-teman yang sudah menjadi mahasiswa berpikir secara kritis, dibalik kata merdeka itu masih banyak masyarakat Indonesia yang belum merasakan kemerdekaan sepenuhnya. Dimana mereka masih terjajah dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan bahkan politik. Rakyat kita masih banyak yang terjebak dalam kemiskinan yang terus berputar layaknya lingkaran setan, dan penderitaan yang sangat menyakitkan. Belum lagi anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena terhalang oleh dinding biaya pendidikan yang mahal. Masih banyak anak Indonesia di pelosok yang mengalami penyakit busung lapar, petani Indonesia yang seakan-akan berteriak karena mahalnya harga pupuk. Para buruh pabrik yang harus bermandikan keringat untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang pada akhirnya tidak cukup juga untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dan hukum di Indonesia seakan pisau tajam kebawah tumpul keatas. Saya ambil contoh seorang nenek yang hanya mengambil dua batang kayu dihukum satu tahun penjara dimana lain pihak seorang pejabat yang sangat jelas mengambil uang rakyat lebih dari 1 miliar hanya divonis beberapa bulan bahkan ada yang bebas dari hukuman dan pergi liburan. Ahh, sungguh miris sekali bangsa ku ini.. Tapi anehnya para oknum yang kita sebut sebagai pemimpin negara seakan menutup mata dan bersembunyi dibalik kata merdeka itu.

Melihat hal itu pasti teman-teman merasa setuju bahwa kita memang benar-benar belum merdeka sepenuhnya. Nah kita sebagai penerus generasi bangsa, apakah yang akan kita lakukan? Mungkin salah satu hal yang pernah terbesit dipikaran kalian seperti “Ayo kita demonstrasi dijalan, kita tegakkan hukum!”. Waitt, saya tidak melarang teman-teman mahasiswa untuk turun ke jalan, apalagi untuk membela masyarakat, tapi apakah dengan turun jalan masalah akan selesai? Saya rasa tidak semudah itu teman-teman. Demonstrasi merupakan senjata dan jalan terkahir yang ditempuh saat para pemimpin tetap menutup telinganya. Oke saya ajak teman-teman kembali mengingat sedikit mengenai identitas mahasiswa. Kita sebagai mahasiswa mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan ini dan salah satunya adalah sebagai agent of change, sesuai dengan artinya agen perubahan, kita sebagai mahasiswa berperan membawa perubahan untuk masyarakat Indonesia, sebab mahasiswa itu sebagai langkah terakhir kita sebagai pelajar untuk menumpuh pendidikan yang lebih tinggi. Dengan diberi gelar sebagai agen perubahan, dituntut untuk membawa perubahan bangsa kita kearah yang lebih baik baik itu dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan politik aspek lainnya . Salah satu caranya itu dengan belajar dengan giat seusai dengan keilmuan yang kita miliki sehingga setelah lulus nanti dapat kita dapat mengabdikan diri kita di tengah masyarakat mengepakkan sayap-sayap kebermanfaatan yang telah kita dapatkan di bangku kuliah, sehingga gelar tidak hanya menempel di diri kita tetapi bernilai dan membawa perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik dan merasakan kemerdekaan sesungguhnya.

Selain kita juga dituntut sebagai moral force dimana kita menjadi penjaga nilai yang baik yang ada di masyarkat dan bukan menjadi generasi perusak bangsa yang pada akhirnya bukan membawa perubahan bangsa Indonesia kearah yang lebih baik tapi malah sebaliknya. Sebagai mahasiswa kita harus mempunyai prinsip dan memegang teguh idealisme yang kita punya. Ibarat kehidupan di sungai sebagai mahasiswa kita harus bisa menjadi seperti ikan Salmon yang hidup dengan melawan arus air. Salmon merupakan jenis ikan yang sanggup melawan arus air, naik ke atas, rela luka-luka, dan mengambil resiko dimakan beruang atau pemangsa lain untuk mencapai tujuan hidupnya, yaitu bertelur di hulu sungai. Sebagai mahasiswa untuk memperjuangkan dan mempertahankan idealisme memang terkadang kita harus melawan kebijakan pemerintah bahkan mungkin akan diancam dropout dari kampus. Namun percayalah hal yang kalian lakukan itu tidak akan terbuang percuma karena itu untuk mencapai tujuan yaitu kemerdekaan yang sesungguhnya.

Jika kalian sebagai mahasiswa hanya hidup mengikuti aliran air percayalah pada akhirnya kalian akan jatuh kebawah karna aliran sungai akan selalu menuju kebawah bukan keatas. Pesan terakhir dari saya tetap semangat untuk membawa perubahan, jangan pernah takut mencoba bertindak ketika melihat masyarakat tertindas karena jalan akan terus ada dan setidaknya cobalah berpikir secara kritis serta berusaha peka  terhadap linkungan karena seorang apatis tidak lain tidak bukan hanya akan menjadi sampah di negara ini.

Salam mahasiswa ,salam pendidikan, salam perjuangan, salam family forever..

(Departemen pendidikan HMAN PNUP, Yeremia Sundu Samara)

 

Makassar, 17 Agustus 2019

LEAVE A REPLY