Home Pendidikan Hari Pendidikan Nasional

Hari Pendidikan Nasional

273
0
SHARE

Masih ingatkah kita dengan sosok Ki Hajar Dewantara? Ia adalah seorang pahlawan bangsa dan sangat berperan penting dalam memajukan pendidikan bangsa Indonesia, sehingga tak heran ia dijuluki sebagai bapak pendidikan Indonesia. Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta,2 Mei 1889. Pada masanya ia berani menentang para kolonial Belanda, dimana pada saat itu yang bisa mengenal dunia pendidikan atau bersekolah hanyalah orang-orang Belanda. Keberaniannya yang melawan kolonial Belanda menyebabkan ia diasingkan ke Bangka dan kemudian pergi ke Belanda. Lantas apakah Ki Hajar Dewantara berhenti memajukan pendidikan Indonesia?? Setelah kembali dari perasingan, Ki Hajar dewantara kemudian mendirikan sebuah lembaga yaitu taman siswa. Di taman siswa ini orang Indonesia bisa merasakan apa itu namanya sebuah pendidikan. Ada tiga kalimat filosofis dari Ki Hajar Dewantara yang sangat bermakna dan menjadi landasan dalam pengembangan pendidikan di Indonesia yaitu “Ing ngarso sung tulud” yang artinya didepan memberi teladan, “Ing madyo mangun karso” yang artinya di tengah memberi bimbingan dan yang terakhir “Tut wuri handayani” yang berarti dibelakang memberi dorongan. Makna dari ketiga slogan tersebut yaitu dimana seorang pemimpin harus memiliki sikap serta prilaku yang dapat dicontoh, tetapi seorang pemimpin harus juga berada ditengah untuk dapat membentuk niat para pengikutnya untuk terus maju dan terakhir seorang pemimpin harus dapat memberikan motivasi dan semangat bagi  para pengikutnya agar terus maju.

Hari pendidikan Nasional sendiri diperingati setiap tanggal 2 Mei bertepatan dengan tanggal lahir bapak pendidikan kita. Biasanya sekolah-sekolah sampai perguruan tinggi mengadakan upacara untuk memperingati hari pendidikan nasional. Dengan begitu para pelajar dan mahasiswa dapat mengingat perjuangan para pahlawan dalam dunia pendidikan. Namun apakah pendidikan di Indonesia sudah baik? saya terkadang ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Walaupun Indonesia kini sudah merdeka, akan tetapi pendidikan di Indonesia masih mempunyai banyak celah, diantaranya mulai yang masih hangat diperbincagkan yaitu kasus pembullyan yang terjadi di sekolah, seorang murid yang dengan tega menganiaya gurunya sendiri. Hal-hal seperti itulah yang mencoreng pendidikan di Indonesia. Ditambah lagi ada sebagian oknum yang tega mengambil hak anak-anak Indonesia sehingga pendidikan sekrang menjadi salah satu barang mahal untuk didapat oleh seluruh anak-anak di Indonesia. Belum lagi sistem pendidikan yang belum merata di setiap daerah. Yap jadi tidak mengherankan sehingga negara kita masih berada pada titik berkembang. Lantas sebagai generasi penerus bangsa apa yang saya dan kamu perbuat? Apakah kita perlu membuat taman siswa kedua? Saya rasa dengan hal kecil sekalipun dapat kita lakukan, seperti lebih menghargai fasilitas pendidikan yang diberikan untuk menimba ilmu sebaik-baiknya disamping itu guru, dan orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan moral sehingga generasi penerus banga dapat menjadi orang-orang yang berhasil dalam kecerdasan intelektual dan moril. Terakhir dari saya tingkat keberhasilan dari kalian bukan sekedar hanya nilai tinggi saat dibangku sekolah akan tetapi bagaimana kita bisa menggunakan ilmu tersebut unutk memajukan bangsa. Sekali lagi Selamat Hari Pendidikan Nasional!

 

Yeremia Sundu Samara

Dapertemen Pendidikan Himpunan Mahasiswa Administrasi Niaga

LEAVE A REPLY