Home PRESS RELEASE IDEOLOGI DAN EPISTEMOLOGI

IDEOLOGI DAN EPISTEMOLOGI

443
1
SHARE

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhayana, dan Salam Sejahtera.

“Salam Mahasiswa”

“Salam Pergerakan”

“Salam Family Forever”

KATALOG (Kajian Tematik dan Dialog) merupakan sebuah kegiatan yang dicanangkan oleh Departemen Pengaderan HMAN-PNUP. Adapun materi yang dibawakan pada pelaksanaan kegiatan ini yaitu Ideologi dan Epsitemologi yang dibawakan oleh kakanda Yonas sebagai pemantik dan Saudara Muh. Nawfal yang bertugas untuk mengawasi jalannya kegiatan atau dengan kata lain sebagai moderator.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta yang hadir agar mampu mengetahui paham atau aliran berpikir dalam sejarah perkembangan dunia.

Nah sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan Ideologi dan Epistemologi.

Ideologi adalah ilmu mengenai keyakinan hidup dan cita-cita, dan ideologi itu cara berfikir seseorang atau golongan tertentu. Idiologi juga paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik. Ideologi suatu bentuk filsafat sosial atau politik di mana unsur-unsur praktis sama menonjolnya dengan yang teoretis itu adalah sistem ide yang bercita-cita untuk menjelaskan dunia dan mengubahnya. Sedangkan, epistemologi adalah ilmu dasar-dasar dan batas-batas pengetahuan, yang mempelajari tentang hakikat dari pengetahuan, justifikasi, dan rasionalitas keyakinan. Istilah epistemologi pertama kali digunakan oleh filsuf Skotlandia James Fraderick Ferrier pada  tahun 1854. Namun, menurut Brertt warren, raja james VI dari Skotlandia sebelumnya telah mempergunakan konsep filosofis ini dan menggunakannya sebagai personifikasi, dengan istilah Epistemon, pada tahun 1591.

Berbicara mengenai ideologi tentu hal tersebut berkaitan dengan filsafat. Dalam dunia filsafat pun memiliki berbagai rentetan yang dimulai dari Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi. Ketiga rentetan tersebut memiliki makna yang saling berkesinambungan, ontologi dimaksudkan sebagai keberadaan, epistemologi berdasarkan pengetahuan, dan aksiologi yang berdasarkan nilai-nilai yang mampu menunjang tatanan hidup.

Setelah berbicara mengenai rentetan ideologi, tentu hal tersebut tidak langsung ada di dunia ini. Terdapat beberapa hal yang menyebabkan lahirnya ideologi-ideologi tersebut. Dalam kelahiran ideologi pun terbagi menjadi dua yaitu ideologi kiri dan kanan. Maksud dari ideologi kiri yaitu ideologi/paham yang diasosiasikan dengan ide-ide seperti kebebasan, persamaan derajat, solidaritas, pembelaan hak-hak, perjuangan sosial, reformasi dan internasionalisme. Sedangkan ideologi kanan, diasosiasikan dengan ide-ide seperti hierarki, keteraturan, kewajiban, tradisi, nasionalisme, dan mematuhi pihak berwenang. Secara singkat ideologi kanan merupakan paham yang selalu diserang oleh ideologi kiri, sedangkan ideologi kiri merupakan paham yang selalu menyerang ideologi kanan karena ketidakadilan.

Kemudian berbicara mengenai ideologi, tentu hal ini memiliki fungsi. Adapun fungsi tersebut terdiri atas fungsi etis yang bertugas sebagai panduan dalam berperilaku, selanjutnya fungsi integrasi yang bertugas sebagai pengikat antara individu dengan individu lainnya maupun kelompok, kemudian fungsi kritis sebagai ukuran untuk melakukan kritik atas kejadian yang kerap terjadi, selanjutnya yaitu fungsi praksis yang merupakan acuan dalam menyelesaikan masalah-masalah konkrit, dan yang terakhir yaitu fungsi justifikasi yang berfungsi sebagai nilai pembenar atas suatu fenomena.

Itulah sedikit materi mengenai Ideologi dan Epistemologi. Jika berbicara mengenai materi ini tentu tulisan yang saya buat ini tidak cukup untuk merangkum seluruh bagian-bagian pada materi ini karena materi tersebut merupakan materi yang paling dasar mengenai pemahaman-pemahaman dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan tentunya memiliki cakupan yang lebih luas.

Adapun dari kegiatan KATALOG (Kajian Tematik dan Dialog) dengan tema Ideologi dan Epistemologi dengan kesimpulan bahwa pada hakikatnya aktivitas ilmu digerakkan oleh pertanyaan yang di dasarkan pada tiga masalah pokok yakni: apakah  yang ingin di ketahui, bagaimana cara memperoleh pengetahuan dan apakah pengetahuan tersebut. Pertanyaan ini sangat sederhana, namun mencakup permasalahan yang sangat asasi. Maka untuk menjawabnya diperlukan sistem berfikir secara radikal, sistematis dan universal sebagai kebenaran ilmu yang dibahas dalam ideologi dan epistimologi.

“SALAM FAMILY FOREVER”.

Resume by Hamzah

Design by Muh. Naimnuari

📲 Instagram : @hmanpnup
📬 Twitter : @hmanpnup
🎥 Youtube : HMANPNUP
🌐 Website : www.hmanpnup.or.id
_____________
DEPARTEMEN PENGADERAN
HMAN PNUP 2021 – 2022

#HMANPNUP
#HMAN
#PNUP
#FAMILYFOREVER

 


Warning: A non-numeric value encountered in /home/u5829455/public_html/hmanpnup.or.id/wp-content/themes/berita2/includes/wp_booster/td_block.php on line 353

1 COMMENT

LEAVE A REPLY