Home PRESS RELEASE Pro dan Kontra Kampus Merdeka

Pro dan Kontra Kampus Merdeka

215
0
SHARE

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhayana, dan Salam Sejahtera.

“Salam Mahasiswa”

“Salam Pergerakan”

“Salam Family Forever”

 

Kampus Merdeka merupakan kebijakan baru Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Bapak Nadiem Makarim. Ada 4 hal yang diubah dalam kebijakan ini:

  1. Kampus punya otonomi membuka program studi baru
    • Syarat sebelum kebijakan ; hanya kampus yang sudah berbadan hukum
    • Syarat setelah kebijakan ; kampus yang memiliki akreditas A dan B
  2. Lewat Kampus Merdeka, akreditasi “bersifat otomatis.” Sementara saat ini, akreditasi wajib dilakukan setiap lima tahun sekali.
  3. Mempermudah PTN Badan Layanan Umum (BLU) untuk menjadi PTN BH. Hingga saat ini, yang dapat menjadi PTN BH hanya perguruan tinggi berakreditasi A.
  4. Sistem kredit semester (SKS). Poin ini berupaya untuk mengubah “definisi SKS,” kata Nadiem, yang tidak lagi diartikan sebagai “jam belajar,” tapi “jam kegiatan.”Karena bentuknya kini jadi ‘jam kegiatan’, SKS di sini maknanya lebih luas: ia tak hanya berbentuk belajar di kelas, tapi juga termasuk “magang, pertukaran pelajar, wirausaha, riset, studi independent, maupun kegiatan mengajar di daerah terpencil” Namun, setiap kegiatan yang dipilih oleh mahasiswa harus dibimbing oleh dosen yang telah ditentukan.

Mekanisme magang yang diperbanyak waktunya dianggap sebagai perbudakan. Karna buruh magang mempunyai upah jauh lebih rendah dari buruh biasa walaupun beban kerjanya sama. Namun mekanisme magang ini akan membantu dalam adaptasi dunia kerja utamanya di bidang industri.

Untuk poin empat pada kebijakan tersebut dapat di tarik beberapa poin penting. Pertama, mobilitas mahasiswa selama 1 semester di perguruan tinggi terbaik dunia. Program bernama Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) ini memberikan kesempatan pada mahasiswa, untuk mengambil mata kuliah hingga 20 sistem kredit semester (SKS) di perguruan tinggi mitra di luar negeri. Program kedua adalah Kampus Mengajar yang membantu peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan dasar. Lalu program Magang Bersertifikat di mana mahasiswa akan mendapat pengalaman kerja di industri atau dunia profesi nyata selama 1-2 semester.

Di Indonesia, terdapat tiga status PTN, yaitu badan hukum, badan layanan umum, dan satuan kerja. PTNBH umumnya sudah lebih mapan, siap secara infrastruktur, dan memiliki status otonomi perguruan tinggi.

Kemudian PTN BLU berada pada tahap transisi atau belum siap menuju badan hukum karena masih terkendala infrastruktur, kolaborasi internasional, dan sumber daya manusia (SDM) terbatas. Sedangkan PTN Satker berada di bawah kontrol Kemendikbudristek.

Dari kegiatan Arisan Wacana dengan tema “Pro dan Kontra Kampus Merdeka” dapat saya tarik kesimpulan bahwa kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah akan memberikan dampak untuk kampus dalam memajukan kampusnya karena pihak kampus di berikan kemudahan dan kemandirian dalam mengelola kampus dan pembangunan akan berkelanjutan sebab pencairan dananya lebih mudah, tetapi di balik itu semua juga ada sisi negative yang di timbulkan karena subsidi dari pemerintah akan berkurang bahkan di cabut sehingga pihak kampus di tuntut untuk mencari uang sendiri, salah satunya dengan menaikkan biaya kuliah sehingga berdampak kepada masyarakat di kalangan bawah, Sehingga ada beberapa peserta yang menggunakan argument tersebut untuk menolak kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah. Jadi kebijakan yang berjalan ini perlu lagi di kaji ulang oleh pemerintah karena dampaknya kepada masyarakat yang ini bersekolah tapi mereka tidak memiliki keuangan yang cukup, jadi seakan haknya untuk menerima pembelajaran di Pendidikan formal terhalang oleh kebijakan yang menyulitkannya di biaya kuliah. Sekalipun kebijakan ini akan terus di lanjutkan perlulah pemerintah juga duduk bersama dengan mahasiswa untuk mencari jalan tengah dari permasalahan tersebut, karena menurut saya semua pemuda pemudi berhak untuk mendapatkan Pendidikan formal, karena apabila pemuda yang merupakan penerus dari bangsa ini sulit dalam mendapatkan Pendidikan maka bangs akita sulit untuk bersaing dengan negara lain.

Pada kegiatan Arisan Wacana ini ada beberapa perdebatan dan argument yang sangat alot dan mungkin untuk menuliskan seluruh hasil dari kegiatan tersebut, tulisan saya sangatlah singkat untuk menggambarkan bagaimana seluruh peserta begitu antusias mengikuti kegiatan sampai akhir. Apalagi pantikan yang di berikan pemateri menambah gairah para pserta untuk tidak diam saja dan terus mengeluarkan pendapat mereka sesuai dengan pemahaman yang mereka tangkap, dan juga peran dari moderator yang lihai dalam mengontrol peserta kegiatan.

Resume by Ummy Marleni

Design by Andi Zasi Kirana

📲 Instagram : @hmanpnup
📬 Twitter : @hmanpnup
🎥 Youtube : HMANPNUP
🌐 Website : www.hmanpnup.or.id
_____
DEPARTEMEN PENGADERAN
HMAN PNUP 2021 – 2022

#HMANPNUP
#HMAN
#PNUP
#FAMILYFOREVER


Warning: A non-numeric value encountered in /home/u5829455/public_html/hmanpnup.or.id/wp-content/themes/berita2/includes/wp_booster/td_block.php on line 353

LEAVE A REPLY