PRO KONTRA PARADIGMA MASYARAKAT TERHADAP MAHASISWA

[PRO KONTRA PARADIGMA MASYARAKAT TERHADAP MAHASISWA]

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhayana dan Salam Sejahtera

“Salam Mahasiswa”

“Salam Pergerakan”

“Salam Family Forever 💚”

Integritas mahasiswa dalam kacamata publik memang sudah menyebar. Dan ini pula tantangan bagi kaum intelektual (mahasiswa) akan membuat lebih baik integritasnya, mempertahankan, ataupun sebaliknya malah menurunkan integritasnya.

Mahasiswa adalah sosok yang mempunyai intelektual dan mereka sering di kaitkan dengan nilai integritas. Kata Integritas sendiri sering di sebut dengan konsistensi tindakan dan nilai. Integritas mahasiswa kini sering dipertanyakan statusnya dalam kehidupan sosial.

Masyarakat menganggap bahwa mahasiswa mempunyai kemampuan yang lebih dan bisa merubah keadaan masyarakat menjadi lebih baik. Mahasiswa sering di kenal sebagai agent of change yang berarti agen perubahan suatu bangsa. Karena suatu bangsa tidak akan mengalami perubahan kecuali perubahan itu sendiri. Namun anggapan tersebut kini mulai
luntur, karena banyak berita-berita kurang baik yang telah di lakukan para mahasiswa, contohnya demo yang di lakukan oleh para mahasiswa dengan di iringi tindak anarkis. Dengan hal ini norma seorang mahasiswa telah hilang dan integritas mahasiswa mulai merosot. Sebagai mahasiswa secara otomatis akan tertulis pada hati masing-masing mahasiswa untuk bisa menjadi mahasiswa yang baik dan ilmunya bisa bermanfaat. Karena mahasiswa yang baik bukan sekedar mencari gelar sarjana dan mendapatkan ijazah namun diharuskan membawa perubahan yang progresif bagi bangsa.

Mahasiswa memiliki idealismenya sendiri. Idealisme yang sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan untuk kampus, masyarakat, bahkan untuk negara ini. Idealisme yang masih murni tanpa terikat pada institusi apa pun, akan semakin lengkap dengan pemikiran yang bebas dari belenggu kepentingan golongan mana pun. Bisa dibayangkan, kepada siapa lagi rakyat
akan bertumpu jika krisis kepercayaan terhadap para pemimpin telah melanda negeri ini. Disini sangat diperlukan apa itu yang namanya integritas. Mahasiswa secara tidak langsung mempunyai 3 peran sekaligus, sebagai agen perubahan, penjaga nilai dan masa depan bangsa. Mahasiswa yang berintegritas adalah mereka yang dapat menyadari, memahami, dan menjalankan peran yang diberikan kepada mereka dengan sebaik-baiknya. Mereka bukan hanya dengan menjadi kutu buku yang hanya rajin mengikuti kuliah demi kuliah. Mereka adalah yang juga berani bersentuhan dengan persoalan masyarakat.

Mahasiswa merupakan kaum intelektual muda yang menjadi penerus bangsa dan yang akan memperbaiki kondisi bangsa kedepannya. Dengan sifat keintelektual dan idealismenya mahasiswa maka akan tumbuh menjadi model yang peduli persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan. Ciri dan gaya mahasiswa terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam
menawarkan solusi atas persoalan-persoalan yang ada. Namun bila yang terjadi adalah keterbalikan dari hal di atas sangat susah memastikan bagaimana masa depan bangsa ini akan membaik.

Menjadi mahasiswa harus mampu membaca, mengkaji, dan berdiskusi secara logis, kritis, sistematis, dan komperhensif, serta mampu membedah persoalan yang terjadi. Oleh karena itu, gerakan mahasiswa diharapkan mampu memberikan jawaban atas kondisi zaman yang terus berubah. Bukan untuk menjadi orang yang dianggap jagoan yang harus memaksakan
kehendak dan otoritas seorang mahasiswa namun menjadi panutan bagi masyarakat. Karena pada dasarnya mahasiswa memiliki peran untuk mengabdi terhadap masyarakat. Ketika ada persoalan yang menimpa masyarakat, mahasiswa harus tergerak untuk melakukan aksi protes demi kepentingan rakyat dan bersikap kritis terhadap persoalan yang ada tanpa adanya anarkis. Ironi sekali aksi-aksi pergerakan mahasiswa yang protes terhadap kebijakan pemerintah malah mendapat kecaman jelek di kacamata masyarakat, karena banyak berita yang mengabarkan atas tindakan anarkis mahasiswa saat melakukan demo. Dengan hal inilah maka Integritas mahasiswa di kacamata publik mulai merosot.

Padahal sebenarnya aksi yang dilakukan mahasiswa semata-mata untuk masyarakat juga. Karena pada waktu aksi, mereka banyak yang hilang kontrol hingga akhirnya melakukan tindak anarkis. Tak jarang terdapat pula oknum-oknum yang mengatasnamakan dirinya sebagai mahasiswa yang membuat rusuh dan anarkis saat berjalannya demonstrasi, hal ini juga yang sering merusak citra seorang mahasiswa di lingkungan masyarakat.

Dewasa ini memang agak rumit ketika sudah memasuki ranah pembicaraan integritas seorang mahasiswa. Ada yang bilang baik dan ada pula bilang sebaliknya. Banyak mahasiswa pada zaman yang penuh dengan eksotika kecanggihan teknologi dan budaya-budaya luar yang telah meng asimilasikan budaya lama, hingga etika moral dan juga attitude seorang mahasiswa
ketika terjun di lapangan mulai sirna bahkan mengalami perosotan. Maka dari semua penjabaran di atas sebaiknya sebagai mahasiswa tetap menjaga integritas kita sebagai seorang mahasiswa yang baik. Mari membangun semangat jiwa-jiwa patriotisme dan mengembalikan pandangan masyarakat serta memperbaiki segala stigma yang menjadi tolak ukur kualitas
mahasiwa terhadap publik.

DEPARTEMEN PENGADERAN
HMAN-PNUP 2022-2023

#TULISANMAHASISWAAN

#HMANPNUP

#HMAN

#PNUP

#FAMILY FOREVER

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 views