MEMETIK KETELADANAN RASULULLAH SAW UNTUK PENGEMBANGAN KARAKTER GENERASI MUDA

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wabihi nasta’inu ‘alaa umuriddunya waddiin. Wassholatu wassalamu ‘aala asyrofil mursaliin, wa ‘alaa aalihi wa sohbihi ajma’iin. Amma ba’du.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (Qs. Al-ahzab : 21)

Berdasarkan ayat di atas dapat dipahami bahwa Rasulullah SAW. merupakan suri tauladan bagi umat muslim karena budi pekerti yang sangat mulia serta akhlak terpuji yang beliau miliki.

Menurut Ilmu Pengetahuan Umum, Karakter adalah Moral dan dalam segi agama Namanya adalah Akhlak. Akhlak adalah kata serapan yang berasal dari Bahasa Arab, Akhlaq. Yang merupakan bentuk jamak dari kata khulq atau khuluq. Kata ini digunakan dalam Al-Qur’an Ketika Allah menyatakan keagungan budi pekerti Nabi Muhammad SAW.

Secara umum akhlak adalah sebuah system yang lengkap yang terdiri dari karakteristik akala tau tingkah laku yang membuat seseorang menjadi istimewa. Dalam memperbaiki Akhlak, seseorang harus terlebih dahulu memaksa dirinya karena apabila tidak dipaksakan hal itu akan sulit berubah. Berbicara mengenai Akhlak, hal tersebut haruslah dibiasakan sejak dini. Membentuk akhlak seseorang haruslah diberikan secara intensif dan konsisten dilakukan dalam sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan yang berbuah karakter seseorang.

Perbuatan dapat dikategorikan sebagai akhlak jika memenuhi dua kriteria, yaitu:

  1. Dilakukan berulang-ulang atau kontinu.
  2. Timbul dengan sendirinya.

Unsur – unsur yang mesti ada dalam ilmu akhlak:

  1. Menjelaskan pengertian baik dan buruk.
  2. Menerangkan apa yang harus dilakukan oleh seseorang atau Sebagian manusia terhadap Sebagian yang lain.
  3. Menjelaskan tujuan yang seharusnya dicapai oleh manusia dengan perbuatan-perbuatannya.
  4. Menerangkan jalan yang harus dilalui untuk dilakukan.

Faktor – faktor pembentuk Akhlak:

  1. Faktor Internal
  2. Insting atau Naluri
  3. Adat/Kebiasaan
  4. Keturunan
  5. Faktor Eksternal
  6. Lingkungan Alam
  7. Lingkungan Pergaulan

Sifat – sifat Mulia Rasulullah SAW:

  1. Amanah dalam menunaikan hak-hak Allah SWT.
  2. Amanah atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
  3. Amanah dalam menunaikan hak sesama manusia.
  4. Tabligh berarti menyampaikan, yakni menyampaikan seluruh risalah Ilahi.

Narrative by Muh Salman Alfaridzi

Supported by DEPARTEMEN KEROHANIAN HMAN-PNUP 2023/2024

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

21 views